Hadirkan Solusi Nyata bagi Anak ASD di SLB, Tim PKM-KC UNY Kembangkan dan Terapkan Teknologi Neurease

Yogyakarta – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terus menunjukkan progres dalam pengembangan Neurease, sebuah inovasi berbasis wearable sensor dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dirancang untuk membantu mendeteksi tanda awal pre-tantrum pada anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD). Memasuki bulan Juli 2026, tim tengah melaksanakan beberapa tahapan pengembangan utama yang meliputi perakitan perangkat keras (hardware), pelatihan model AI, serta pengembangan UI/UX aplikasi.

Pada tahap pengembangan Hardware, tim melakukan proses penyolderan berbagai komponen elektronik yang akan digunakan sebagai sistem utama pada perangkat wearable. Proses ini bertujuan memastikan seluruh sensor dan modul elektronik dapat terhubung dengan baik sehingga mampu bekerja sesuai rancangan yang telah ditetapkan.

Di waktu yang bersamaan, pengembangan sistem kecerdasan buatan juga terus dilakukan melalui proses training model AI. Tahapan ini bertujuan untuk melatih sistem dalam mengenali pola-pola yang berkaitan dengan kondisi pre-tantrum, sehingga model yang dikembangkan memiliki kemampuan prediksi yang lebih akurat ketika diimplementasikan pada sistem Neurease.


Selain pengembangan hardware dan AI, tim juga melakukan penyempurnaan pada antarmuka (frontend) aplikasi Neurease. Pengembangan ini difokuskan pada penyajian tampilan yang sederhana, responsif, dan mudah digunakan oleh guru, shadow teacher, maupun orang tua. Melalui antarmuka yang lebih intuitif, pengguna diharapkan dapat memahami informasi hasil pemantauan kondisi emosional anak secara lebih cepat dan mudah.

Ketua Tim PKM-KC Neurease menjelaskan bahwa pembagian proses pengembangan menjadi beberapa tahapan dilakukan agar setiap komponen dapat diselesaikan secara optimal sebelum memasuki tahap integrasi sistem.


"Saat ini kami fokus mengembangkan tiga komponen utama secara paralel, yaitu perangkat keras, model AI, dan aplikasi. Harapannya, seluruh komponen tersebut dapat terintegrasi dengan baik sehingga Neurease mampu bekerja secara optimal sesuai dengan tujuan pengembangannya," ujarnya.

Melalui tahapan pengembangan yang sedang berlangsung ini, Tim PKM-KC Universitas Negeri Yogyakarta berharap Neurease dapat menjadi inovasi yang tidak hanya unggul dari sisi teknologi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata dalam mendukung deteksi dini kondisi emosional anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD). Setelah seluruh komponen selesai dikembangkan, tim akan melanjutkan proses integrasi dan pengujian sistem sebagai tahapan berikutnya dalam pengembangan inovasi tersebut, yang kemudian disusul dengan tahap implementasi di Sekolah Luar Biasa Autis Bina Anggita  untuk menguji serta melihat efektivitas alat yang kami kembangkan secara langsung.